

Sebagai remaja, kita pasti sering merasa insecure atau mengalami berbagai perasaan takut yang bikin kita enggak nyaman. Baik dalam hal keluarga, pertemanan, cowok atau sekolah dan pelajaran. Menurut Frederick Darmawan, Psikolog dari Universitas Padjadjaran, ketakutan-ketakutan itu wajar karena pemikiran kita terus berkembang dan makin banyak tuntuntan yang kita hadapi. Tapi penelitian membuktikan kalau 90% dari perasaan takut itu enggak terjadi, atau hanya pikiran kita. Makanya kita harus bisa mengatasi beragai perasaan takut ini agar kehidupan kita jadi lebih seru dan bahagia.
Jenis rasa takut yang biasa muncul:
Keluarga:
Jujur sama ortu tentang masalah, keinginan atau pendapat kita
Kalah dibandingkan dengan kakak atau adik
Pertemanan:
Enggak punya teman di sekolah atau kelas baru
Enggak eksis di antara teman-teman.
Dijauhi kalau enggak mengikuti kebiasaan teman satu geng.
Cowok atau gebetan
Enggak cukup cantik untuk punya pacar.
Ditolak dan jadi sakit hati, malu serta menyesal.
Dianggap enggak asyik, sehingga enggak berani jujur soal sikap dia yang buruk atau jadi bersikap palsu di depan dia.
Sekolah atau pelajaran
Masuk jurusan yang beda dengan keinginan ortu.
Mengajukan diri ikut lomba atau jadi ketua kelas/ekskul karena enggak yakin dengan kemampuan sendiri.
Bicara atau tampil di depan kelas.
Atasi berbagai perasaan takut ini dengan:
Maping Our Fears
Ambil buku catatan kecil dan catat semua dengan detail hal yang dialami saat ketakutan itu muncul.
kapan dan di mana itu terjadi
Pikiran yang pertama kali muncul.
Hal pertama yang kita lakukan.
Hasil dari perilaku kita dalam situasi itu. Misalnya: dimarahi, berhasil, atau malu.
Kenali dasar ketakutan kita
Setelah satu minggu, cari yang paling sering muncul. Misalnya situasi yang sering bikin kita merasa takut dan jenis pikiran apa yang paling sering muncul. Ini lah yang disebut pikiran irasional alias enggak masuk akal dan menimbulkan ketakutan dalam diri kita.
Positive self talk
Mengatakan hal yang positif pada diri sendiri secara berulang-ulang dan meyakininya. Contoh: “Aku yakin aku bisa dan semua akan baik-baik aja”.
Berpikir positif
Cara lain untuk mengatasi berbagai perasaan takut ini adalah memikirkan hal positif yang mungkin terjadi, sehingga perasaan kita terbawa positif dan jadi lebih percaya diri. Jauhkan pikiran kita itu enggak mampu, pasti gagal, atau enggak disukai teman-teman.
Cross-check
Tanyakan lagi pada diri kita apa semua ketakutan kita itu memang terjadi atau cuma kita yang lebay. Lalu bandingkan dengan teman-teman kita, jika mereka bisa, kita pun pasti bisa.
Berani melakukan yang ditakutkan
Berani mengambil resiko bisa jadi salah satu cara untuk mengatasi berbagai perasaan takut ini. Kalau pun enggak berhasil, akan jadi pelajaran berharga agar enggak mengulangnya.
Minta dukungan orang-orang terdekat
Diskusikan dengan orang tua atau sahabat lalu minta mereka memberi dukungan, sekaligus membantu membuktikan kalau ketakutan itu sebenarnya enggak terjadi.

Seperti apa sih kontribusi yang bisa kita berikan sebagai perempuan muda Indonesia? Yuk, simak contoh perjuangan Kartini modern berikut ini!

Sahabat sejati atau besties itu adalah mereka yang menerima kekurangan dan kelemahan kita, tanpa kita perlu menjadi orang lain di sekitarnya.

Ternyata pemilihan warna kamar bisa mempengaruhi kepribadian dan mood kita lho. Yuk jawab pertanyaan di bawah ini biar kamu bisa ubah warna kamar yang sesuai.

YUK, KENAL LEBIH DEKAT DENGAN PERSONIL IZZI GIRLTUNES!

Konser Girltunes IZZI Video Music Star 3